Tidak Isbal yang Perlu Dijauhi

Standar

بل إن أهل العلم قالوا أحيانا إن تطبيق بعض السنن الذي لا يحقق مطلبا من تطبيقها أو يؤدي إلى الشهرة فإن الأولى تركه قالوا

هذا في مثل أزرة المؤمن التي جاء في الحديث أنها إلى نصف الساق فإذا فعل ذلك أحد شهرة أو استعلاء أو ما إلى ذلك أو كان ذلك يؤدي إلى فتنة أو نحو ذلك فالأولى تجنبه

Syaikh Shalih bin Saad as Suhaimi dalam kajian beliau di Masjid Nabawi pada tanggal 28 Muharram 1433 H mengatakan,

“Sesungguhnya para ulama mengatakan bahwa terkadang menerapkan sebagian sunnah Nabi [yang hukumnya tidak wajib, pent] yang penerapannya tidak mewujudkan apa yang diharapkan atau menyebabkan pelakunya menjadi popular dalam pembicaraan masyarakat  maka yang lebih baik adalah meninggalkannya. Lanjutkan membaca

Beralasan dengan Celana Abu Bakar

Standar

Sebagian orang ada yang masih rancu tentang masalah isbal atau celana di bawah mata kaki. Ada yang memang sudah berniat melaksanakan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, namun ada sebagian orang menyodorkannya padanya suatu kerancuan. Kerancuannnya adalah: Abu Bakar Ash Shidiq pernah menjulurkan celana di bawah mata kaki. Jadi menjulurkan celana di bawah mata kaki (alias: isbal) tidaklah mengapa karena ada sahabat juga yang melakukannya.

Lanjutkan membaca

Hukum Celana Di Bawah Mata Kaki

Standar

Mungkin sebagian orang sering menemukan di sekitarnya orang-orang yang celananya di atas mata kaki (cingkrang). Bahkan ada yang mencemoohnya dengan menggelarinya sebagai ‘celana kebanjiran’. Pembahasan kali ini –insya Allah- akan sedikit membahas mengenai cara berpakaian seperti ini apakah memang pakaian ini merupakan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau bukan.

Lanjutkan membaca

ISBAL ?? NO !! Apa sih susahnya? wong tinggal ninggikan celana sedikit? Kan, masih tetap keren?

Standar
Isbal (memanjangkan pakaian hingga di bawah kedua mata kaki bagi lelaki) termasuk perbuatan dosa yang diremehkan oleh sebagian umat. Sementara hadits-hadits tentang larangan berisbal-ria telah mencapai derajat mutawatir maknawi, lebih dari dua puluh sahabat meriwayatkannya (lihat risalah Syaikh Bakr Abu Zaid yang berjudul Hadduts Tsaub hal 18)

Celana Membawa Sengsara

Standar

Saudaraku… semoga Allah merahmatimu. Tidak ada yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya kecuali kemaslahatan dan kebaikan umat ini. Semua perintah dalam agama pasti di dalamnya mengandung kebaikan untuk diri kita. Begitu pula segala macam larangan, tidak diragukan lagi di dalamnya banyak mengandung kemudhorotan bagi umat ini, baik disadari hikmahnya ataupun tidak. Oleh sebab itu Islam adalah agama yang sempurna. Karena segala sesuatu yang dapat menghantarkan makhluk kepada kebahagiaan dan segala hal yang dapat menjerumuskan makhluk ke dalam jurang kesengsaraan sudah dijelaskan dalam syari’at kita yang mulia ini dengan sejelas-jelasnya. Lanjutkan membaca